Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger


--- Aufklärung ---


Rabu, 23 September 2009

penciptaan puisi

      Penciptaan puisi bagi seseorang mungkin dilakukan untuk membantu dirinya agar dapat meringankan penderitaan/kesusahan yang dia alami, baik lahiriah atau batiniah yang telah ia rasakan.

      Penciptaan puisi pun juga dapat menguatkan diri ketika seseorang merasa lemah, membangkitkan kembali semangat seseorang ketika ia merasa putus asa, mengurangi beban mental penciptanya dalam menjalani kehidupan, meneduhkan kekecewaan, menjadi media peluapan emosi dengan bahasa yang sudah dibuat sedemikian rupa  sehingga agar orang lain bisa menikmatinya. (puisi merupakan bentuk kretaif dan ekspresif dari lupapan emosi).

      Lewat sebuah puisi, kita bisa dapat menggugat apapun, bahkan masalah cinta sekalipun. Bukankah tak salah jika seseorang yang ditolak cintanya mentah-mentah akhirnya marah lewat sebuah puisi (he2...hiki’s, pengalaman pribadi nich). eh, tapi jangan salah BRO bukan hanya masalah cinta saja, lewat sebuah puisi seseorang pun dapat menggugat kekuasaan kapitalisme yang begitu ganas baik di dunia politik pemerintahan,dikampus, atau bahkan di dalam masalah keluarga sekalipun (kepemimpinan seorang ayah yang otoriter).



Minggu, 20 September 2009

Kreatifitas


Manusia dapat menciptakan sebuah kreatifitas yang terlahir dari akal pikirannya dengan menggunakan media tulisan, dimana bentuk-bentuk keratifitas tersebut yang kemudian dapat menjadikan suatu ruang pertemuan (respon sosial) dengan memakai medium bahasa yang selalu mengalami sebuah ketegangan (konflik). yang semua itu biasa disebut dengan kreatifitas kata. kreatifitas kata merupakan suatu ungkapan rasa atau luapan emosi dalam bentuk kata-kata yang kemudian terangkai menjadi sebuah kalimat yang biasanya bahasa yang digunakan berbeda dengan bahasa keseharian, biasanya kata-kata yang dihasilkan berasal dari suatu kondisi yang dirasakan pada saat itu atau dihasilkan dari suatu imajinasi atau fantasi yang bersifat kreatif serta ekspresif.

Sabtu, 19 September 2009

berfikir + merespon = berkreasi

Awal sebuah kreatifitas bisa terlahir hanya dengan kegiatan rutinitas, misalnya saja kegiatan tulis menulis, kegiatan ini dapat melatih kemampuan manusia untuk mengolah akal pikirannya yang terlintas ke dalam bentuk sebuah tulisan. Ketika sebuah kesadaran ada pada diri manusia, maka dia akan berusaha untuk dapat menciptakan sebuah kreatifitas yang kemudian dapat mengungkapkan apa yang dia rasakan atau apa yang ada di sekitar mereka, slah satunya yaitu dengan mengungkapkan semua itu kedalam sebuah karya yang tercermin dari apa yang terdasarkan dari pemikiran mereka.



puisi = proses berkreasi

Nach.... salah satu kegiatan berkreasi inilah yang kita sebut dengan berpuisi, di dalam membuat puisi kita harus berpikir, berproses untuk memilah dan memilih kata untuk menuliskannya agar orang laen dapat mengerti.

          MAHKOTA sastra adalah puisi. Puisi adalah akhir dan tujuan. Puisi adalah aktivitas paling sublim pikiran manusia. Puisi adalah pencapaian keindahan dan kesedapan. Pengarang prosa hanya bisa menepi ketika penyair melintas (nich katanya Orang inggris lhoo...).
Sebuah puisi merupakan sebuah karya sastra dengan penggunaan bahasa secara padat (pemadatan bahasa), dimana dalam pemaknaannya tidak menunjuk langsung pada sesuatu (tetapi bukan berarti bahasa dalam puisi bertele-tele), puisi bisa juga dikatakan sebagai salah satu cerita yang dipadatkan.
Puisi adalah anak ajaib dari rahim purba kegelisahan manusia. Kelak kegelisahan akan mendidiknya menjadi bagian yang penting dari semesta. Kelak puisi menjadi mata yang menatap, hidung yang mencium, telinga yang mendengar, mulut yang bicara, hati yang meresapi dan pikiran yang menelanjangi.
Apa yang dituangkan dalam sebuah puisi dapat dijadikan sebagai tauladan hidup, tapiiii.... klo kita mampu memetik hikmah dari makna APA yang terkandung dalam puisi tersebut. Kata orang bijak belajar dari kesalahan merupakan modal dalam mencapai taraf kebijaksanaan. (ehm ya...ya...ya...).
Di jaman sekarang ini ketika masalah-masalah agama sudah terlalu sulit untuk diterangkan dalam kenyataan hidup sehari-hari, mungkin sebuah puisi dapat menggantikan perannya, mengingat unsur pendidikan yang mengacu pada pembentukan iman dan moral tersirat dalam bentuk-bentuk yang tidak terlalu kaku,
Puisi tidak hanya dapat mengubah watak dan kepribadian para pembaca/penikmatnya akan tetapi dapat memberikan suatu pelajaran dan pengalaman hidup yang berharga.

Sabtu, 12 September 2009

akal pikiran adalah jiwa untuk berkreasi..

            Manusia adalah mahkluk dari segala mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna di muka bumi ini, bahkan di alam semesta ini sekalipun, dia diciptakan dengan otak yang mempunyai akal pikiran yang tak terbatas baginya, ketika manusia sudah kehilangan akal pikirannya mungkin dia sudah tidak memiliki kemampuan untuk berfikir, secara naluriah kita pun tahu bahwa seseorang bisa kehilangan untuk berfikir apabila manusia itu sendiri tidak memanfaatkan akal pikirannya (ngerasa ngga’).
Dengan segala kemampuannya dalam berfikir, manusia mampu lhoo untuk menciptakan sebuah kreatifitas yang tinggi nilainya, yang memiliki sebuah manfaat tepat guna, dan juga sebuah keindahan yang terkandung didalamnya.
     Sebuah pengkaryaan terhadap sebuah penciptaan bisa dilakukan hanya dengan memanfaatkan sebuah pikiran yang terlintas begitu saja, salah satunya dengan adanya sebuah inspirasi yang datang dari kehidupan sehari-hari (bahkan orang lagi patah hati sekalipun). Sebuah kreatifitas bisa terlahirkan karena adanya sebuah rasa keinginan dan juga adanya sebuah respon yang tercipta dari kedaaan lingkungan manusia itu sendiri.


 

Search Engine Submission - AddMe